Apr 292011
 
\"\"

Iwan Sunter seorang petualang yang sudah 104 kali mendaki gunung, hobi bersepeda dan pernah 13 kali mendaki gunung dengan menyertakan sepeda ke puncaknya.

Kali ini Iwan Sunter memulai petualangan di tahun 2011 yaitu Berjalan seorang diri dengan tajuk Berjalan untuk Bumi. Jarak yang akan ditempuh adalah Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta. Perjalanan ini diperkirakan akan memakan waktu paling cepat 2,5 bulan.

Profile Iwan Sunter

Aku cuma seorang pedagang kaki lima yang hobi dengan petualangan. Petualangan pertama aku lakukan di tahun 1990. Total pendakian yang telah aku lakukan hingga kini (1990 s.d. 2009) adalah 104 kali pendakian (46 gunung di Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara) dan 13 kali pendakian diantaranya dengan menyertakan sepeda Polygon hingga ke puncak gunung. Sedangkan perjalanan bersepeda seorang diri telah 11 kali aku lakukan. Jarak terjauh untuk saat ini adalah: Jakarta-Sabang, Pulau We-Jakarta-Larantuka di Tahun 2006

Perjalanan dimulai dr tanggal 24 April 2011

Petualangan kali ini disponsori oleh Avtech dan didedikasikan untuk Almarhum Adinda Agus Setiawan alias Iwan Ketan yang wafat pada tanggal 5 April 2011 lalu karena kecelakaan sepeda motor di Jakarta.
Update dari Blogspot Iwan Sunter
Minggu, 24 April 2011

 

 

Pukul 07.18 Iwan mengirimkan sms padaku, \”gw berangkat Mas\”. Ya, Iwan memulai petualangannya tahun ini yaitu Berjalan Kaki untuk Bumi (BuB), Jakarta-Gunung Semeru-Jakarta (JSJ). Ia mengawali perjalanan dari kediamannya di daerah Sunter Agung, Jakarta Utara.
Aku pun segera membalas dengan pesan agar ia selalu hati-hati selama perjalanan. Maklum, tantangan perjalanan kali ini pastilah lebih berat daripada bersepeda. Ini adalah petualangan berjalan kaki pertama kali bagi Iwan. Tahun-tahun sebelumnya, petualanganya lebih banyak diisi dengan bersepeda.
Beberapa menit berselang ia pun berujar lagi via sms, \”Jalan santai kayak gini enak juga Mas. Bisa sambil ngelamun yang indah-indah\”. Aku pun membalasnya dengan kembali berpesan agar ia tetap fokus dengan jalan dan tidak ngelamun.
Pukul 08.40 Iwan mengirim sms bahwa ia telah berada di bilangan Kepala Gading Jakarta Utara dan sejam kemudian, ia mengirim sms pula yang menyebutkan bahwa ia telah di daerah Cakung.
Pukul 10.40 tantangan pertama muncul. Ia mengatakan bahwa karena saat berangkat tadi ia terlalu bersemangat, akibatnya kakinya pun cepat terasa panas. Akhirnya, ia harus rela berganti sepatu dengan sandal gunung.
Tak lama berselang, dengan gembira ia mengirim sms, \”gilaaaa semangat gw jadi sepuluh kali lipat gara-gara kuping gw kasih musik sepultura\”. Membaca sms ini tentu saja aku tetap berpesan agar ia tidak hilang kehati-hatiannya.
Pukul 12.26 ia mengirimkan sms kembali yang mengatakan bahwa ia sedang istirahat di sebuah masjid di daerah Bekasi dan, katanya, kakinya terasa panas sekali.
Pukul 14.11 Iwan telah berada di Tambun. Satu jam kemudian ia mengatakan bahwa perjalanan agak melambat dikarenakan hujan. Hujan yang turun rintik-rintik mengakibatkan jalan menjadi becek. Hal ini tentu saja menghambat perjalanan. Di kota Tambun ini Iwan dijamu makan siang di sebuah rumah makan Padang oleh Mas Gatot, seorang sahabatnya.
Target hari ini, katanya, hanya bisa sampai Cikarang.
Senin, 25 April 2011
Info via sms dari Iwan Sunter hari ini, Senin, 25 April 2011: 

05.37: Gw lanjut nich pagi-pagi setelah mengucapkan trima kasih sama Pak Satpam (di sebuah Pom Bensin Cikarang).
06.48: Sarapan pagi dengan 2 potong roti dan nyemil 3 krupuk sambel. Jalan lagi ach….
06.58: Oya mas, kalo bisa berita di update ke fb gw. Soalnya selama gw susah nyari tempat ngecas hp, gw nggak bisa online terus.
09.01: Perjalanan jalan kaki ini adalah Semangat, Pembalut Wanita, dan Sepultura (musik).
11.24: Tiga unsur tersebut sangat penting, khususnya pembalut wanita. Tanpa itu, gw nggak bisa jalan. Dan ini menjadi \”jajanan\” wajib karena sehari bisa habis sepasang.
(Catatan: pembalut wanita ini difungsikan sebagai alas kaki).
11.35: Indomaret. Nggak perlu ngomong, tinggal ambil. Sekarang gw lagi rest di Karawang.
(Sms ini menjawab pertanyaan saya ttg beli dimana pembalut tsb dan bagaimana ngomongnya sama penjaga toko hehehe)
16.02: Gw di Kosambi, 10 km sebelum Cikampek. Hari kedua ini kaki gw pegel krn harus kejar
target Cikampek. Soalnya temen gw nunggu. 10 km kalo make sepeda, gw anggap enteng. Pake merem juga bisa. Tapi dengan jalan kaki, 10 km terasa jaauuuuhhh\”.
19.32: Rumah Rais (seorang kawan-red) masih 2 km lagi. Hari ini capeek banget…
19.36: Ya kayaknya emang harus begitu
(sms ini menjawab pesanku yang meminta Iwan untuk istirahat total seharian besok di Cikampek)
20.57: Gw dah di rumah Rais. Nyampe setengah jam yang lalu.
Rabu, 27 April 2011.

 

Setelah kemarin istirahat seharian di rumah seorang teman, Rais, di daerah Cikampek, pagi ini sekitar pukul setengah enam Iwan Sunter melanjutkan perjalanan berjalan kakinya. Tiga jam kemudian, pkl.08.26, ia mengirimkan sms, \”Memasuki kabupaten Subang Kecamatan Patokbesi, jalan raya semrawut. Ada perbaikan jembatan akibatnya jalan menjadi macet. Jalan satu buat satu arah. Jalur yang satu lagi dipake kendaraan yang antre macet sebelum belok menyatu ke jalan dua arah krn ditutup.\”
Satu jam kemudian, ia kembali mengirimkan sms,\”Kaki kanan ok. Kaki kiri yang melepuh perlu ditambah tensoplast di sana-sini. Betis juga pegel.\”
Pkl 10.34 ia pun mengirimkan sms kembali, \”Banyak kepincangan potret kehidupan yang gw liat lebih dekat dari perjalanan ini. Kalau saja perjalanan ini aku punya sponsor dana yang mencukupi, sudah pasti aku akan banyak beramal untuk berbagi dengan orang yang kutemui. Tapi sayang, perjalanan ini nggak ada sama sekali sponsor dana yang membuat aku jalan saja harus survival\”.

Siang ini (pk.12.31)Iwan beristirahat di masjid Jami Nurul Huda, Ciasem, Subang. Satu jam kemudian ia mengirimkan sms, \”Habis rest sejam di masjid, baru jalan sebentar gw liat pegadang mie ayam. Gw langsung nongkrong makan. Rest lagi dech hehehe.\”
Malam ini Iwan menumpang nginap di Polsek Pamanukan….
Kamis, 28 April 2011
Pagi ini selepas sholat subuh Iwan meninggalkan Polsek Pamanukan, tempat ia menumpang nginap tadi malam. Iwan berujar bahwa ia tidak bisa ikut menumpang mandi di polsek tersebut. Karenanya, ia melanjutkan perjalanan berjalan kakinya pagi ini untuk menuju ke sebuah SPBU agar bisa menumpang mandi dan membuang hajat.
Selesai mandi iwan mengirimkan sms, \”Udah boker dan mandi di pom bensin yang bersih. Badan gw jadi segeeer…. Makan dua potong roti dan minum ale-ale sarapan pagi ini untuk tenaga awal hari ini.\”
Sebelumnya, saat meninggalkan Polsek Pamanukan, ia juga mengirimkan sms, \”Setelah ngambil KTP di petugas jaga, gw langsung pamit meneruskan perjalanan. Di polsek ini gw kenalan sama polisi muda yang mempunyai idealis sebagai polisi bersih.\”
Pkl.08.58, gw di sukra lagi rest bentar, lempengin kaki.
Pkl. 09.23, sandal jepit yang dibeli dan di bawa dari Jakarta cuma bertahan 2 hari. Yang sekarang gw pake sandal pemberian Rais temen gw.
Pkl.12.02: Panas yang menyengat nggak mengurangi rasa syukurku pada Allah yang telah menciptakan aku dengan kedua kaki ini.
Pkl.12.54: Gw lagi rest di Eretan.
Pkl.13.32: Gw lagi ngelewatin daerah airliur, yaitu daerah pinggir jalan yang banyak rumah makannya yang isi dompet gw bukan tandingannya.
Pkl.14.14: Makan nasi sayur asem pake telor di warung pinggir jalan. Penjualnya senyumnya manieezzz banged hehehe.
Pkl.14.32: Jalur Subang Indramayu Cirebon yang biasanya kulalui dengan sekilas kayuhan manis sepeda, kini kuhadapi dengan langkah-langkah konstan tanpa bisa menambah kecepatan.
Pkl.18.19: gw di pom bensin daerah Losarang menjelang Lohbener.
Pkl. 18.32: Ternyata kekuatan kaki sehari dari pagi sampe magrib cuma 40-50km…
Rute dan check point Iwan selama 5 hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.
Jumat, 29 April 2011
Di hari ke-6 ini dengan penuh semangat Iwan mengabarkan pada saya bahwa ia telah memulai kembali perjalanan hari ini pada pukul 05.30 selepas ia menunaikan sholat Subuh. Meskipun sebenarnya ia merasa jam tidurnya tadi malam kurang. Menurutnya hal itu disebabkan ia lelah sekali atas perjalanan berjalan kakinya kemarin.
Pkl. 08.51 ia mengirimkan sms,\”Alhamdulillah sampai jam segini cuaca teduh. Matahari tertutup awan. Melewati jalan bypass Lohbener emang mantap. Jalan lengang dan sepi. Gw nggak takut keseruduk truk atau bis. Apalagi dengan cuaca redup dan teduh seperti ini, terasa sungguh nikmaaaat…\”
Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.
Sabtu, 30 April 2011
Pagi ini iwan melanjutkan perjalanannya yang tertunda tadi malam. Semalam ia \”dievakuasi\” sementara dari Palimanan oleh seorang sahabat untuk bermalam di Cirebon. Meski bermalam di Cirebon, pagi ini iwan memulai kembali perjalanannya dari tempat evakuasi semalammenuju Kota Cirebon.
Dalam sms nya ia menuturkan kepada saya bahwa pagi ini ia berjalan kaki sambil mengenakan sarung.
Menurut rencana, hari ini dan esok ia akan beristirahat di \”Kota Udang\” tersebut untuk memulihkan tenaga dan kaki.
Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.
Senin, 2 Mei 2011
\"\"Setelah beristirahat selama 2 hari di Cirebon, pagi ini Iwan melanjutkan perjalanannya kembali. Ia memang beristirahat cukup lama di kota ini karena di tempat-tempat lain yang akan ia singgahi belum tentu ia akan dapat beristirahat \”senyaman\” di Cirebon.
Keberangkatan perjalanannya hari ini tidak ia lakukan dengan tergesa-gesa. Karena target hari ini \”hanya\” sampai kota Losari, yang berjarak sekitar 36 km dari Cirebon. Di kota ini Iwan sudah dinantikan kedatangannya oleh seorang sahabat baiknya.
Pkl. 09.43 ia sempat mengirimkan sms yang isinya mengatakan bahwa ia sedang sarapan di warung pinggir jalan di Mundu (pinggir kota Cirebon). Dan pkl. 11.10, ia telah berada di km-20 sebelum Losari untuk istirahat sejenak.
Menjelang pukul 5 sore iwan telah tiba di Losari.
\"\"Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.
Facebook login by WP-FB-AutoConnect