Jun 222014
 

sabhawanaberduka

Jakarta, 21 Juni 2014

Innalillahiwainnaillahi Raji’un

Wafatnya Arfiand Chaesary Al-Irhami (Aca: siswa SMA Negeri 3 anggota Sabhawana) membuat kami keluarga besar IKATAN ALUMNI SABHAWANA (IAS) merasa kehilangan yang sangat mendalam. Adik kami Arfiand Chaesary Al-Irhami meninggal dunia pada hari Jumat 20 Juni 2014, setelah mengikuti kegiatan Berganda ke 36.

Terpanggil dengan keadaan ini, kami mencoba berkoordinasi dengan pengurus Sabhawana dan peserta lainnya di kegiatan Berganda untuk mencari kejelasan sesungguhnya. Hal ini kami lakukan untuk membantu mengungkap fakta sebenarnya, mengingat banyaknya berita yang beredar baik di media cetak maupun elektronik. Untuk sementara, data yang kami dapatkan (dari peserta berganda serta pengurus) menjelaskan bahwa tidak ada tindak kekerasan terhadap peserta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Perlu kami jelaskan kembali bahwa Kegiatan Berganda merupakan kegiatan rutin Sabhawana yang telah berlangsung selama 35 tahun. Sebelum mengikuti Berganda, peserta mengikuti kegiatan pendahuluan yaitu gladi medan I, gladi medan II, dan pelantikan yang disertakan dengan latihan fisik mingguan di sekolah. Kegiatan berganda merupakan pelatihan bagi setiap anggota Sabhawana untuk kembali mengulang seluruh pendidikan yang telah didapatkan. Dalam kurun waktu ± 8 hari, setiap peserta kembali mempraktekan seluruh materi seperti long march, mountaineering, navigasi darat, survival dan P3K.

Kegiatan Berganda kali ini berlangsung dari tanggal 12-19 Juni 2014 serta dilaksanakan oleh 17 orang pengurus Sabhawana (siswa kelas 2 SMAN 3 Jakarta). Kegiatan dimulai dari daerah Ciranjang Kabupaten Cianjur sampai Tangkuban Perahu, Lembang. Kegiatan ini diketahui serta mendapat izin dari pihak SMA Negeri 3 Jakarta, dan setiap peserta harus mendapat izin dari orangtua. Selain itu, kegiatan ini selalu diwakili oleh pihak sekolah. Terdapat dua orang guru selaku pembina dan pengawas kegiatan yang ikut serta dari awal hingga akhir kegiatan Berganda. Melengkapi kegiatan berganda ini, terdapat juga perwakilan alumni (12 orang) dalam kegiatan tersebut.

Sabhawana merupakan organisasi yang berlandaskan rasa persaudaraan dan kekeluargaan sehingga sangat menghindari adanya tindakan kekerasan.

Kondisi alam (jalur, cuaca, jarak, dsb) membuat Aca dan beberapa peserta lainnya mengalami penurunan kondisi tubuh. Fakta yang ada menyebutkan bahwa Aca selalu mendapatkan support yang intensif ketika mengalami kondisi tersebut. Aca sempat cedera (di kaki) lalu dibawa ke klinik, keluhan yang diungkapkan saat itu adalah sakit di kedua telapak kakinya. Walaupun demikian, Aca menyatakan untuk tetap mengikuti kegiatan berganda hingga selesai.

Perlu diketahui, saat ini pihak yang berwajib sedang melakukan penyidikan atas kejadian yang menimpa Aca. Kami berharap agar penyidikan ini dapat dilaksanakan secepatnya sehingga dapat memberikan kepastian sesuai dengan hukum yang berlaku.

Atas nama
IKATAN ALUMNI SABHAWANA

Facebook login by WP-FB-AutoConnect